Memilih Jurusan Idaman

Memilih Jurusan Idaman

Jangan salah pilih jurusan! Jika salah, itu bisa berdampak terhadap keseriusan kawan-kawan dalam menjalani perkuliahan, apalagi jika Anda memang sudah tidak serius belajar. Imbas terberatnya, Anda bisa ‘didepak’ dari bangku kuliah alias drop out (DO)

Tiap perguruan tinggi memiliki jurusan dengan subjek mata kuliah yang beragam. Tidak ada yang salah dengan jurusan. Dan tidak ada jurusan atau bidang bidang studi yang jelek. Hanya saja, terkadang mahasiswa memilih jurusan bukanlah yang diidam-idamkan. Setelah perkuliahanberjalan, mulaimenemukan ketidakcocokan. Mereka pun pada akhirnya menjalani kuliah dengan tidak sepenuh hati.

Salah pilih jurusan dapat menjadi bencana bagi calon mahasiswa di masa depan. Bayangkan saja kawan-kawan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri. Namun ditengah perkuliahan, perjalanan Anda terputus. Entah karena Anda mulai merasa tidak sanggup atau karena Anda di-DO. Padahal begitu banyak waktu dan uang kawan-kawan habiskan untuk itu. Atau parahnya lagi,Anda selesai kuliah setelah 8 tahun, itupun dengan indeks prestasi yang pas-pasan.

Agar jurusan yang dipilih tidak menjadi ‘bencana’ bagi Anda, maka sebagai calon mahasiswa, banyak hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini tips-tips yang mungkin dapat memudahkan Anda dalam memilih jurusan:

1. Sesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Pernah nonton serial “Heroes”?Film yang kisahnya ditulis oleh Tom Kring ini menekankan bahwa setiap manusia unik. Tiap orang memiliki potensi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Demikian juga dengan cita-cita, minat, dan bakat yang Anda miliki. Jangan memilih jurusan Matematika kalau Anda tidak suka berhitung. Atau jangan memilih jurusan ilmu Kedokteran kalau Anda bercita-cita jadi pengusaha. Dan jika Anda tidak pandai menggambar jangan ambil jurusan Teknik Arsitektur. Perhatikan cita-cita, minat, dan bakat Anda untuk kemudian dikembangkan pada jurusan yang Anda pilih.

2. Jangan Gengsi

Buang jauh-jauh pikiran Anda bahwa, “kalau kuliah di jurusan favorit, setelah lulus, pasti langsung dapat kerja” dan “kalau memilih jurusan yang bukan favorit nantinya susah mencari kerja.” Faktanya, banyak mahasiswa jebolan jurusan favorit sampai sekarang masih menganggur. Sebaliknya, siapa sangka , lulusan dari jurusan yang bukan favorit tak sedikit yang mendapat pekerjaan. Lapangan usaha tidak menetapkan bahwa Anda harus lulus di jurusan favorit atau bukan. Akan tetapi, lebih memperhatikan keprofesionalan atau keahlian Anda pada bidang-bidang tertentu.

3. Informasi yang Sempurna

Malu bertanya sesat dijalan. Malas cari informasi salah masuk jurusan. Ini yang dialami beberapa kawan di jurusan Agronomi Unhas. Tak sedikit dari mereka menyangka Agronomi (Budidaya Pertanian) itu berhubungan dengan Ekonomi, bahkan menyamakannya. Masih mending jika bisa beradaptasi dengan perkuliahannya, kalau tidak? Jadi, jangan sampai ini terjadi. Akses informasi sebanyak-banyaknya melalui internet atau media cetak. Bisa dengan forum chat atau dengan melihat brosur yang dibagikan tiap perguruan tinggi. Selain itu, konsultasikan pada orang tua, guru, teman-teman, bahkan senior Anda yang sudah menjadi mahasiswa. Informasi itu Anda rangkum dan jadikan bahan untuk menentukan jurusan.

4. Lokasi dan Biaya

Bagi yang memiliki keadaan ekonomi pas-pasan, lokasi dan biaya merupakan masalah yang harus diperhitungkan. Jika dana terbatas, pilih lokasi perkuliahan yang dekat tempat tinggal. Atau cari lokasi di luar yang biaya hidupnya rendah karena itu dapat menguntungkan. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi. Sayang kan kalau Anda punya kemauan tinggi berkuliah tetapi kandas karena tak ada lagi biaya. Tapi jangan jadikan persoalan biaya sebagai faktor yang sangat menghambat masa dean Anda. Toh itu semua bisa diatasi dengan mencari keringanan biaya seperti mengurus beasiswa, mencari sponsor atau bekerja paruh waktu.

5. Daya Tampung atau Peluang Diterima

Perhatikan daya tampung jurusan. Umumnya, kuantitas terbatas namun menjadi rebutan. Jangan bebani diri Anda dengan target berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu. Bila tarhet meleset, Anda bisa stres. Buat banyak pilihan! Itu memberikan Anda banyak peluang kuliah. Takar kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang kuliah di jurusan favorit. Seleksi massal seperti SNMPTN dapat men-cut masa depan studi Anda. Fokuskan belajar, mantapkan dengan try out. Jangan biarkan rasa malas jadi bumerang di kemudian hari. Jika seleksi masuk terdaat dua pilihan. Pilih satu jurusan yang dicita-citakan lalu satu jurusan lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan Anda.

6. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

Buat visi ke depan! Bayangkan apa yang bisa Anda kerjakan setelah lulus nanti! Apakah jurusan yang diambil nanti dapat mengantar pada karir yang baik? Sebab jangan sampai Anda memilih jurusan yang dianggap favorit. Tetapi peluang kerja untuk jurusan itu semakin kecil dibanding jurusan lain. Malah mungkin jurusan yang belum begitu diminati, kedepannya malah sangat dibutuhkan. Maka jadilah ahli pada jurusan yang Anda pilih. Karena jika kompetensi, keneranian dan kemampuan Anda jauh dari orang-orang lainnya, jurusan apapun itu tak jadimasalah.

Semoga bermanfaat, khususnya kawan-kawan yang baru-baru ini lulus ujian nasional dan ingin lanjut di perguruan tinggi.
Selamat memilih dan jangan lupa berdoa serta memohon restu orang tua!

Reverensi : Identitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: