Bagamanakah cinta seharusnya ?

Assalamualaikum wr.wb
Tulisan ini saya buat akibat melihat betapa pentingnya mengetahui Cinta itu. Karena yang berkembang di masyarakat terutama para remaja terkini, lebih mengutamakan Syahwatnya dibandingkan CINTA itu sendiri. Sangat gampang diketahui hal tersebut. Contoh gambaran saja ada pada tayangan TV tentang remaja sekarang ini. Huffff…………. Semoga tulisanku ini bisa menjadi itnropeksi buat diri kita masing – masing. Okey kita mulai………….

Para pembaca yang budiman, Ada sebuah kata yang sangat luar biasa menurutku yaitu CINTA……! Yah…. Cinta, anda pasti sudah tahu yang dimaksud dengan cinta. Tapi kali ini saya akan memberi tahu bagaimanakah Cinta seharusnya, jagan sampai kita hanya berpikir bahwa Cinta itu hanya perasaan suka atau senang kepada seseorang saja.

Banyak sekali orang yang mengartikan Cinta itu,seperti apasaja, sesuai perasaan dan kata hatinya. Ibarat seorang pelukis yang sedang melukis di kanvasnya dan bebas mengspresikan apa yang ada dalam pikirannay, begitu juga mengartikan sebuah cinta.

Setiap orang pasti memerlukan Cinta, tapi tidak semua orang yang bisa mengartikan cinta dengan seutuhnya. Cinta merupakan kata tanpa benda, ada tapi tak terlihat, tak ada definisi persis dari cinta itu, tapi orang bebas mengartikan cinta. Yah…….memang cinta tidak memerlukan definisi, kita hanya perlu bagaimana kinerja cinta itu. Toh, kita juga tidak perlu tahu bagaimana cahaya matahari masuk kedalam bumi.

Seperti angin membadai, kau tak melihatnya, kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut

lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan Begitulah Cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Itulah penggalan kalimat dari Ust. Anis Matta. Hemmm…….. membahas masalah Cinta memang penting, karena sering kali kita hanya mengartikan Cinta dalam satu Objek saja misalnya

kepada kekasih kita, tapi sesungguhnya arti Cinta mencakup sangat banyak Objek. Dan itu lazim pada kita.

Cinta saya Ibaratkan bagaikan Air. Yah…Air, Air yang begitu lembut tapi juga dapat menghancurkan, Seperti batu yang berada di bawah air terjun. Air yang begitu lembut dapat mengikis

batu yang begitu sangat kuat. Air yang juga begitu lembut tapi juga bisa menghancurkan, seperti peristiwa tsunami di aceh, tidak kita sangka karena Air puluhan ribu orang meninggal

karenanya. Air juga merupakan sumber kehidupan, yang memberi kehidupan kepada seluruh Ummat di dunia ini, tanpa Air mungkin saya tidak bisa menulis tulisan ini. Begitulah Cinta,

Cinta juga dapat menghancurkan dan juga dapat membuat orang berbunga-bunga. Tanpa Cinta, Ummat manusia takkan bisa hidup dan yakinlah itu, tanpa cinta kita hanya sendiri dan meratapi nasib, tanpa orang lain di sisikita.

Sungguh luar biasa Allah memberian Kata Cinta kepada kita, kata yang tak habis-habisnya diperbincangkan dari ribuan tahun yang lalu hingga sekarang. Tapi bagaimanakah sikap kita

untuk Mencintai. Saya sedikit punya cerita, semoga menyentuh hati. Ada seorang pemudah yang dikenal Ahli Ibadah, dia mencintai seorang wanita yang cantik. dan ternyata wanita itu

juga mencintainya. Suatu ketika Pemudah ini datang untuk melamar wanita cantik ini, dan ternyata !! Dia ditolak dengan alasan Sudah dijodohkan oleh suaudara sepupunya. Tapi Ia tetap nekat unutk bersama, akhirnya wanita ini memberitahu kekasihnya itu “Aku datang kepadamu atau kuataur cara supaya kamu dapat menyelinap ke rumahku” ….nah Ini jelas Yang bertindak adalah Nafsu Syahwat. …….. “Tidak!!!, aku menolak kedua pilihanmu itu, akiu takut pada neraka yang apinya tak pernah padam!” Jawaban sang pumuda yang menghentak wanita cantik ini. Pemuda ini memenangkan Iman atas Syahwatnya dengan kekuatan Cinta. “Jadi dia masih takut kepada ALlah?” Gumam sang gadis. Seketika wanita ini tersadar, dan dunia terasa kecil dihadapannya. Iapun bertaubat dan memaafkan dirinya untuk beribadah. Cinta wanita ini berubah menjadi Rindu yang mengelana dalm jiwa dan do’a-do’anya, tubuhnya luluh lantak dan akhirnya meninggal. Pemuda tadi akhirnya mencurahkan Rindunya di kuburan wanita ini. Ia terhenyak dengan kematian wanitanya. Pemuda inipun bermimpi
dan didatangi kekasihnya itu, Sangat cantik dihadapannya. “Apa kabar? bagaimana keadaanmu setelah kepergianku” tanya wanita itu. “baik-baik saja, kamu sendiri di sana bagaiman”…..”Aku sendiri disini dalam surga abadi, dalam nikmat dan hidup tanpa akhir” jawab gadis. “Jagan pernah lupa padaku.Aku selalu ingat padamu, kapan aku bisa bertemu denganmu” tanya sang pemuda. “Aku juga tidak melupakanmu, aku selalu berdoah kepada Allah kelak kita dipertemukan di surga. teruslah beribadah. Sebentar lagi kamu akan menyusulku,” jawab wanita itu. Akhirnya sang pemuda pun menemui ajalnya. Atas nama Cinta ia memenagkan Allah atas dirinya sendiri, memenangkan Iman atas Syahwatnya sendiri.

Atas nama Cinta pula Allah mempertemukan mereka. Cinta selalu bekerja dengan cara itu. Cerita ini begitu menggugah menurutku dan sarat mendidik dibandingkan kisah Romeo and Juliet yang mengakhiri hidupnya bersamaan.

Apakah kita mungkin seperti pemuda dan wanita diatas yang mengutamakan IMAN dalam Cintanya. Inilah sebaiknya sikap kita untuk saling mencintai. Iman itu Laut maka Cintailah Ombaknya, Iman itu api maka cintailah panasnya, Iman itu angin maka cintailah badainya, Iman itu salju maka cintailah dinginnya, dan cinta itu sungai maka cintailah arusnya. Jadi seharusnya kita harus mencintai Iman kita terlebih dahulu.

Cinta Juga dapat mengalahkan peperangan……ada yang tahu? Coba kita ingat sirah nabi pada saat perang badar, yang jumlah pasukan muslim hanya sekitar 300 orang dan kaum kafir quraisy berjumlah ribuan orang. Kalau kita pikir tak mungkin pasukan muslim bisa memenagkan, tapi karena kecintaanya kepada Allah dan Rasullnya, pasukan muslimin dapat mengalahkna ribuan kaum kafir. Begitu juga yang kemarin terjadi di Gaza palestina, Israel yang membombardir tanah gaza dengan senjata tercanggih sedangkan para Hamas hanya menggunakan senjata yang tak sebanding tapi para mujahidin tetap dapat mengusir zionis israel dari tanah Gaza. Hal Ini karena Kecintaanya kepada Allah dan tanah kelahiran mereka.

Dengan Cinta memberikan semangat dalam diri kita, saya mengatakan sebagai hormon cinta, disaat hormon cinta ini bereaksi seakan-akan perasaan cinta kita kepada objek yang kita cintai harus diwujudkan. Segala upaya dilakukan untuk mewujudkan rasa cinta kita sebagai bukti kecintaan kita. Tapi yang patut diingat bahwa, jangan pernah mengatasnamakan Syahwat dengan Cinta, kebanyakan kita selama ini seperti itu, mengatasnakan Cinta dan ternyata hanya Syahwat yang bermain. Coba kita renungi cerita diatas tadi. Itulah yang dinamakan cinta sejati. Jangan pernah mengharapkan cinta sejati disaat kita tidak mencintai IMAN kita terlebih dahulu, niscaya anda taakan mendapatkannya, Yakinlah itu.

Jadi kalimat terakhir, Cintailah Iman Kita terlebih dahulu, baru kita mencintai yang lainnya. Banyak Objek yang patut kita cintai, Cintailah Dunia ini, cintailah bumi kita, cintailah lingkungan kita, cintailah keluarga kita, cintailah tetangga kita, cintailah sahabat-sahabat kita, cintailah diri kita, dan yang tak kalah penting Cintailah Allah dan Rasullanya.
Semoga kita selalu berada dalam kecintaanya, Dengan cita kita bisa hidup tentram, aman dan bahagia.

Sebetulnya masih banyak yang ingin saya tuliskan tapi berhubung waktu yang tak memungkinkan, mungkin lain kali kita mendiskusikan. Semoga mendapat manfaat, tulisan ini juga menjadi pengingat dalam diri saya peribadi. Wallahu a’lam bishawab.

Wassalam

Ana uhibbuka Fillah……….

Makassar, Senin, 20 Juli 2009, 12.30. Dalam suasana Cinta yang dahsyat…..

thanks to Serial Cinta Anis matta(yg memberikan inspirasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: