Sikap kita sama orang tua !

Assalamualaikum, wr.wb

Kamis,23 Juli 2009 adalah hari anak. Anda mungkin sudah tahu kan. Tapi yang belum tahu tak beri tahu. Apakah ada yang tahu mengapa Anak dibuatkan hari khusus begitu juga dengan hari Ibu ?, begitu spesialkah mereka? Mengapa Tidak ada Hari Ayah ?. OKe…….sekarang kita tidak akan membahas tentang itu tapi tentang pentinggnya Anak berbakti kepada kedua orang tua. Baiklah kita mulai, lebih cepat lebih baik…….Lanjutkan bacanya yah…..

Para pembaca yang budiman, bebrapa waktu lalu saya sempat di tanya seorang teman. Zir, bagaimana seharusnya sikap kita sama orang tua kah ? semoga beliau juga membaca tulisan ini. Saya jawab sesuai pengetahuan yang ku miliki. Nah….sekarang saya merasa ingin menuliskan hal tersebut. Seberapa pentingnya kita harus berbakti kepada keudua orang tua kita?, mungkin kita semua sepakat bahwa berbakti kepada orang tua itu sangat-sangatlah penting dan harus kita lakukan. Tapi……….masih banyak disekitar kita yang kurang mengerti bagaimanakah seharusnya sikap kita berbakti kepada orang tua kita. Jangan sampai kata berbakti hanya sekedar kata yang terucap dari bibir ini tanpa perbuatan yang pasti. Saya akan memberikan cerita sederhana dan hal ini sering sekali terjadi, apakah kepada kita sendiri, saudara kita, teman dekat, atau siapapun di sekeliling kita.

Seorang anak yang meminta sesuatu kepada Ibunya, kondisi zaman yang semakin maju menuntut anak ini untuk menggunakan pakaian-pakaian ataukah alat elektronik yang saat ini tren di kalangan remaja, Ia memaksakan kehendaknya kepada Ibunya. Tapi dalam waktu yang bersamaan, Ibunya tak mempunyai Uang yang cukup untuk membelikan anaknya sesuatu yang ia mau. Anaknya marah dan terus menerus menuntut agar keinginannya ini terpenuhi.
Contoh lain………..
Seorang Pemuda, yang di kenal gaul lah…, suatu saat ia diminta sama ibunya untuk mengantarnya kepasar membeli bahan makanan seperti Ikan, sayur dll. Pemuda ini pun merasa gengsi untuk mengantar ibunya kepasar (pasar tradisional), Anak ini berpikir kalau barang-barang belanjaan yang melekat di motornya nanti akan membuat malu dirinya di hadapan teman-temannya. Ia hanya ingin mengantar ibunya ke mall.
Contoh lain…………..
Contoh yang satu ini sangat sering terjadi di kalangan pelajar dan tidak dipungkiri juga pernah saya lakukan. Tapi InsyaAllah kedepannya sudah tidak.
Di awal semester para guru memperlihatkan daftar buku-buku yang akan digunakan kepada siswanya, Gurunya memberi toleransi kepada murindanya bahwa buku bisa di beli di luar dan juga bisa di beli di sekolah. Kalau di sekolah harganya sekian. Esoknya, si murid memberi tahu ke Ibunya bahwa Ia ingin membeli buku dan harganya sekian rupiah ( Si anak ini memberikan harga yang lebih tinggi dari harga sebenarnya), ibunya pun memberikan uang sesuai yang ia minta. Si murid akhirnya membeli buku di sekolahnya dengan harga yang sesuai dan lebihnya ia gunakan untuk kebutuhan pribadinya.

Yah………..itulah sedikit kisah nyata yang terjadi pada di sekeliling kita sikap para anak kepada orang tuanya. Dan masih sangat banyak contoh-contoh lain yang kasusnya seperti di atas. Jangan mi kusebutkan cari sendiri saja……..Bisakah kita memikirkan hal-hal seperti ini, apakah pernah terjadi dalam diri kita atau tidak ? Apakah kita tidak merasa berdosa sedikit pun dengan tingkah kita seperti itu kepada orang tua kita.? Mungkin kita merasa bahwa hal tersebut adalah hal sepeleh, toh..masih banyak perbuatan yang baik yang kita lakukan kepada Orang tua kita. Sungguh sangat salah bila kita berpikir seperti itu.

Kewajiban anak terhadap orang -tua adalah berbuat baik, taat dan menghormati. Ini sesuai dengan panggilan fitrah yang harus dipenuhi dengan sebaik-baiknya Dan yang lebih hebat lagi ialah hak ibu, sebab dialah yang paling berat menanggung penderitaan waktu mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengasuh. Firman Allah Ta’ala:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”. (al-Ahqaf: 16).

Satu lagi yang tak kalah penting………., Seberapa banyak kah kita mengucapkan kata-kata yang baik kepada orang tua kita ?, Apakah setiap harinya kita mengucapkan kata-kata yang sopan ataukah kata-kata yang tak sopan kita ucapkan kepada mereka ?, Pernahkah anda mengucapkan kata-kata ini kepada orang tua anda,: Kau, siapa suruh, urusanmu, hah…dll. Kata-kata yang tak sopan ini tidak sepatutnya kita lontarkan kepada kedua orang tua kita.
Allahmemberikan dan memperkuat pesannya untuk berbuat baik kepada dua orang tua, apalagi ketika kedua orang tua tersebut telah mencapai umur lanjut, kekuatannya sudah mulai menurun, mereka sudah mulai sangat memerlukan pertolongan dan dijaganya perasaannya yang mudah tersinggung itu. Dalam hal ini Allah berfirman sebagai berikut:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.(al-Isra’: 23-24)

Jadi……..kesimpulannya adalah, jaganlah kita menghianati kedua orang tua kita, janganlah kita merasa gengsi dengan permintaan orang tua kita yang kita anggap tidak cocok dengan kita, berilah kata-kata yang baik kepada mereka, doakan mereka, sayangi mereka. Betapa seyangnya mereka kepada kita, tapi kalau sikap kita yang kurang baik pasti akan merasakan sakit dalam hatinya.

Semoga masing-masing kita dapat mengintropeksi diri kita, apakah selama ini kita betul betul telah berbakti kepada kedua orang tua kita.
Tulisan ini hanya sebagai pesan pengingat terkhususkan buat saya.
Wallahu a’lam bishawwab.

wassalam.

Makassar, 23 Juli 2009 , 19:30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: